Kerjasama Global Dan Regional
A. Gerakan Non-Blok
Gerakan Non-Blok (GNB) atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Non-Aligned Movement, yaitu organisasi internasional yang tidak menganggap dirinya beraliansi pada blok kekuatan besar (Blok Barat dan Blok Timur). Gerakan Non-Blok sendiri bermula dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.
Dalam Deklarasi Havana tahun 1979 disebutkan bahwa tujuan dari organisasi ini ialah untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan. Integritas teritorial dan keamanan dari negara-negara nonblok dalam usaha menentang imperialisme, kolonialisme, neo- kolonialisme, Apartheid, Zionisme, rasisme dan segala bentuk aksi militer, pendudukan, dominasi, interfensi atau hegemoni serta menentang segala bentuk blok politik.
Pendiri dari Gerakan Non Blok ialah lima pemimpin dunia, yakni
a. Josep Broz Tito, presiden Yugoslavia,
b. Soekarno, presiden Indonesia,
c. Gamal Abdul Nasser, presiden Mesir,
d. Pandit Jawaharlal Nehru, perdana menteri India,
e. Kwame Nkrumah, presiden Ghana.
B. ASEAN
Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) atau sering disebut juga sebagai Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di tempat Asia Tenggara. ASEAN didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967.
Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya serta memajukan perdamaian di tingkat regional Asia Tenggara.
ASEAN diprakarsai oleh beberapa menteri luar negeri yang menandatangani Deklarasi Bangkok, yaitu:
a. Adam Malik (Indonesia),
b. Narciso R. Ramos (Filipina),
c. Tun Abdul Razak (Malaysia),
d. S. Rajaratnam (Singapura),
e. Thanat Khoman (Thailand).
Kini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia tenggara.
(Soal dan Pembahasan Kerjasama Global dan Regional klik disini)
C. Organisasi Konferensi Islam (OKI)
Pada tanggal 21 Agustus 1969, Israel melaksanakan tindakan Pembakaran Masjid Al Aqsa. Tindakan tersebut menyebabkan reaksi keras dari pemimpin negara-negaraArab khususnya Raja Hasan II dari Maroko. Raja Hasan II dari Maroko menyerukan para pemimpin negara- negara Arab dan umat Islam biar gotong royong menuntut Israel bertanggung jawab atas pembakaran Masjid Al-Aqsa tersebut. Seruan Raja Husein II dari Maroko menerima sambutan dari Raja Faisal dari Arab dan Liga Arab, yang pribadi ditindaklanjuti dengan pertemuan para duta besar dan menteri luar negeri Liga Arab pada tanggal 22-26 Agustus 1969.
Hasil dari pertemuan tersebut, adalah:
a. Tindakan Pembakaran Masjid Al Aqsa oleh Israel mempakan suatu kejahatan yang tidak sanggup diterima.
b. Tindakan Israel tersebut merongrong kesucian umat Islam dan Kristen serta mengancam keamanan Arab.
c. Mendesak biar segera diiakukan Konferensi Tingkar Tinggi negara-negara Islam.
Untuk merealisasikan hasil pertemuan tersebut, pada 22-25 September 1969 diselenggarakan KTT negara-negara Islam yang menghasilkan keputusan sebagai berikut.
a. Mengutuk pembakaran masjid Al-Aqsa oleh Israel.
b. Menuntut pengembalian kota Yerusalem sebagaimana sebelum perang tahun 1967.
c. Menuntut Israel untuk menarik pasukannya dari seluruh wilayah Arab.
d. Menetapkan pertemuan menteri luar negeri di Jeddah, Arab Saudi pada bulan Maret 1970.
Tujuan didirikannya OKI adalah:
a. Memelihara dan meningkatkan solidaritas diantara negara-negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan politik dan pertahanan lamanan.
b. Mengkoordinasikan usaha-usaha untuk melindungi tempat-tempat suci.
c. Membantu dan bekerja sama dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.
d. Berupaya melenyapkan perbedaan rasial, diskriminasi dan kolonialisme dalam segala bentuk.
e. Memperkuat usaha umat Islam dalam melindungi martabat umat dan hak masing- masing negara Islam.
f. Menciptakan korelasi kolaborasi yang harmonis, saling pengertian antar negara OKI dan negara-negara lain.
D. MASYARAKAT EKONOMI EROPA (MEE)
Latar belakang didirikan APEC, yakni:
a. Adanya perubahan yang ditandai dengan munculnya aneka macam organisasi kolaborasi regional yang cenderung tertutup dan membedakan kedudukan negara-negara tempat Asia Pasifik.
b. Adanya saling ketergantungan antar negara dalam memperoleh sumber daya alam dan pemasaran hasil-hasil industri.
c. Munculnya globalisasi dunia yang menuntut setiap negara untuk melaksanakan pembiasaan dan perubahan kalau tidak ingin ketinggalan khususnya dalam bidang ekonomi.
d. Adanya perubahan besar di tempat Eropa Timur dalam bidang ekonomi dan politik khususnya menjelang kehancuran komunisme.
Tujuan dibentuknya APEC, yakni:
a. Meningkatkan perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka di tempat Asia Pasifik.
b. Mewujudkan liberalisasi perdagangan dan investasi serta pembangunan ekonomi yang sejalan dengan semangat dan ketentuan WTO.
c. Meningkatkan kerjasama ekonomi menuju sistem perdagangan dan investasi bebas di tempat Asia Pasifik dan dunia internasional.
F. OPEC
Gerakan Non-Blok (GNB) atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Non-Aligned Movement, yaitu organisasi internasional yang tidak menganggap dirinya beraliansi pada blok kekuatan besar (Blok Barat dan Blok Timur). Gerakan Non-Blok sendiri bermula dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.
Dalam Deklarasi Havana tahun 1979 disebutkan bahwa tujuan dari organisasi ini ialah untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan. Integritas teritorial dan keamanan dari negara-negara nonblok dalam usaha menentang imperialisme, kolonialisme, neo- kolonialisme, Apartheid, Zionisme, rasisme dan segala bentuk aksi militer, pendudukan, dominasi, interfensi atau hegemoni serta menentang segala bentuk blok politik.
Pendiri dari Gerakan Non Blok ialah lima pemimpin dunia, yakni
a. Josep Broz Tito, presiden Yugoslavia,
b. Soekarno, presiden Indonesia,
c. Gamal Abdul Nasser, presiden Mesir,
d. Pandit Jawaharlal Nehru, perdana menteri India,
e. Kwame Nkrumah, presiden Ghana.
B. ASEAN
Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) atau sering disebut juga sebagai Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di tempat Asia Tenggara. ASEAN didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967.
Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya serta memajukan perdamaian di tingkat regional Asia Tenggara.
ASEAN diprakarsai oleh beberapa menteri luar negeri yang menandatangani Deklarasi Bangkok, yaitu:
a. Adam Malik (Indonesia),
b. Narciso R. Ramos (Filipina),
c. Tun Abdul Razak (Malaysia),
d. S. Rajaratnam (Singapura),
e. Thanat Khoman (Thailand).
Kini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia tenggara.
(Soal dan Pembahasan Kerjasama Global dan Regional klik disini)
C. Organisasi Konferensi Islam (OKI)
Pada tanggal 21 Agustus 1969, Israel melaksanakan tindakan Pembakaran Masjid Al Aqsa. Tindakan tersebut menyebabkan reaksi keras dari pemimpin negara-negaraArab khususnya Raja Hasan II dari Maroko. Raja Hasan II dari Maroko menyerukan para pemimpin negara- negara Arab dan umat Islam biar gotong royong menuntut Israel bertanggung jawab atas pembakaran Masjid Al-Aqsa tersebut. Seruan Raja Husein II dari Maroko menerima sambutan dari Raja Faisal dari Arab dan Liga Arab, yang pribadi ditindaklanjuti dengan pertemuan para duta besar dan menteri luar negeri Liga Arab pada tanggal 22-26 Agustus 1969.
Hasil dari pertemuan tersebut, adalah:
a. Tindakan Pembakaran Masjid Al Aqsa oleh Israel mempakan suatu kejahatan yang tidak sanggup diterima.
b. Tindakan Israel tersebut merongrong kesucian umat Islam dan Kristen serta mengancam keamanan Arab.
c. Mendesak biar segera diiakukan Konferensi Tingkar Tinggi negara-negara Islam.
Untuk merealisasikan hasil pertemuan tersebut, pada 22-25 September 1969 diselenggarakan KTT negara-negara Islam yang menghasilkan keputusan sebagai berikut.
a. Mengutuk pembakaran masjid Al-Aqsa oleh Israel.
b. Menuntut pengembalian kota Yerusalem sebagaimana sebelum perang tahun 1967.
c. Menuntut Israel untuk menarik pasukannya dari seluruh wilayah Arab.
d. Menetapkan pertemuan menteri luar negeri di Jeddah, Arab Saudi pada bulan Maret 1970.
Tujuan didirikannya OKI adalah:
a. Memelihara dan meningkatkan solidaritas diantara negara-negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan politik dan pertahanan lamanan.
b. Mengkoordinasikan usaha-usaha untuk melindungi tempat-tempat suci.
c. Membantu dan bekerja sama dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.
d. Berupaya melenyapkan perbedaan rasial, diskriminasi dan kolonialisme dalam segala bentuk.
e. Memperkuat usaha umat Islam dalam melindungi martabat umat dan hak masing- masing negara Islam.
f. Menciptakan korelasi kolaborasi yang harmonis, saling pengertian antar negara OKI dan negara-negara lain.
D. MASYARAKAT EKONOMI EROPA (MEE)
MEE atau Europen Economic Community (EEC) merupakan organisasi kerjasama bidang ekonomi negara-negara Eropa yang dibuat dalam pertemuan menteri luar negeri dari enam negara Eropa, yakni Prancis, Belgia, Jerman (ketika itu berjulukan Jerman Barat), Italia, Belanda dan Luxemberg di Roma Italia pada tanggal 25 Maret 1957.
Organisasi ini merupakan kelanjutan dari organisasi kerjasama Masyarakat Arang Batu dan Baja Eropa (Montan Unio) yang berdiri pada tahun 1950 atas permintaan menteri luar negeri Prancis, Robert Schuman.
Adapun Latar belakang pembentukan MEE, yaitu:
a. Adanya kesulitan ekonomi yang dialami negara-negara Eropa pasca Perang Dunia II.
b. Gagalnya segala upaya yang dirintis dalam rangka mempersatukan Eropa dalam bidang politik mulai dari permintaan pembentukan Pan Eropa yang diusulkan oleh Richard Chaudehov dari Austria tahun 1923 dan gagasan pembentukan Dewan Eropa oleh Winston Churchill dari Inggris, sehingga perang acap kali terjadi antar sesama negara Eropa (PD I dan PD II).
c. Keinginan untuk menaikkan kembali gengsi Eropa di dunia.
Organisasi MEE mempunyai tujuan, yakni:
a. Mempererat kerjasama bidang ekonomi di antara sesama negara Eropa.
b. Meningkatkan taraf hidup masyarakat Eropa.
c. Mewujudkan integrasi negara-negara Eropa yang aman, makmur dan bersatu.
d. Memperluas lapangan kerja bagi rakyat Eropa.
e. Memajukan perdagangan dan menjamin adanya persaingan bebas.
f. Menghapus semua yang merintangi, dan menghambat peningkatan perdagangan intemasional.
g. Membangan perdagangan antar sesama anggota MEE.
h. Memperluas korelasi ekonomi dengan negara-negara di luar MEE.
Negara-negara anggota MEE, antara lain Perancis, Jerman, Inggris, Italia Belanda, Belgia, Luxemberg, Denmark, Inggris, Irlandia, Spanyol, Portugis, Norwegia dan Yunani.
E. ASIA PACIFIC ECONOMIC COOPERATION (APEC)
APEC adalan lembaga kolaborasi ekonomi tempat Asia Pasifik yang gagasan pendiriannya tiba dari Perdana Menteri Australia Robert Hawk (Bob Hawk) pada pertemuan menteri luar negeri negara-negara tempat Asia Pasifik di Canberra, Australia pada bulan November 1989.
Organisasi ini merupakan kelanjutan dari organisasi kerjasama Masyarakat Arang Batu dan Baja Eropa (Montan Unio) yang berdiri pada tahun 1950 atas permintaan menteri luar negeri Prancis, Robert Schuman.
Adapun Latar belakang pembentukan MEE, yaitu:
a. Adanya kesulitan ekonomi yang dialami negara-negara Eropa pasca Perang Dunia II.
b. Gagalnya segala upaya yang dirintis dalam rangka mempersatukan Eropa dalam bidang politik mulai dari permintaan pembentukan Pan Eropa yang diusulkan oleh Richard Chaudehov dari Austria tahun 1923 dan gagasan pembentukan Dewan Eropa oleh Winston Churchill dari Inggris, sehingga perang acap kali terjadi antar sesama negara Eropa (PD I dan PD II).
c. Keinginan untuk menaikkan kembali gengsi Eropa di dunia.
Organisasi MEE mempunyai tujuan, yakni:
a. Mempererat kerjasama bidang ekonomi di antara sesama negara Eropa.
b. Meningkatkan taraf hidup masyarakat Eropa.
c. Mewujudkan integrasi negara-negara Eropa yang aman, makmur dan bersatu.
d. Memperluas lapangan kerja bagi rakyat Eropa.
e. Memajukan perdagangan dan menjamin adanya persaingan bebas.
f. Menghapus semua yang merintangi, dan menghambat peningkatan perdagangan intemasional.
g. Membangan perdagangan antar sesama anggota MEE.
h. Memperluas korelasi ekonomi dengan negara-negara di luar MEE.
Negara-negara anggota MEE, antara lain Perancis, Jerman, Inggris, Italia Belanda, Belgia, Luxemberg, Denmark, Inggris, Irlandia, Spanyol, Portugis, Norwegia dan Yunani.
E. ASIA PACIFIC ECONOMIC COOPERATION (APEC)
APEC adalan lembaga kolaborasi ekonomi tempat Asia Pasifik yang gagasan pendiriannya tiba dari Perdana Menteri Australia Robert Hawk (Bob Hawk) pada pertemuan menteri luar negeri negara-negara tempat Asia Pasifik di Canberra, Australia pada bulan November 1989.
Latar belakang didirikan APEC, yakni:
a. Adanya perubahan yang ditandai dengan munculnya aneka macam organisasi kolaborasi regional yang cenderung tertutup dan membedakan kedudukan negara-negara tempat Asia Pasifik.
b. Adanya saling ketergantungan antar negara dalam memperoleh sumber daya alam dan pemasaran hasil-hasil industri.
c. Munculnya globalisasi dunia yang menuntut setiap negara untuk melaksanakan pembiasaan dan perubahan kalau tidak ingin ketinggalan khususnya dalam bidang ekonomi.
d. Adanya perubahan besar di tempat Eropa Timur dalam bidang ekonomi dan politik khususnya menjelang kehancuran komunisme.
Tujuan dibentuknya APEC, yakni:
a. Meningkatkan perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka di tempat Asia Pasifik.
b. Mewujudkan liberalisasi perdagangan dan investasi serta pembangunan ekonomi yang sejalan dengan semangat dan ketentuan WTO.
c. Meningkatkan kerjasama ekonomi menuju sistem perdagangan dan investasi bebas di tempat Asia Pasifik dan dunia internasional.
F. OPEC
OPEC ialah abreviasi dari kepanjangan Organization of Petroleum Exporting Countries yang merupakan tempat berkumpulnya negara-negara pengekspor minyak. Organisasi OPEC didirikan sesudah diselenggarakannya Konferensi Baghdad (10-14 Agustus 1960) pada 14 September 1960 oleh lima negara anggota, yakni Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi dan Venezuela.
OPEC didirikan sebab adanya monopoli dari perusahaan-perusahaan minyak dunia yang dikenal dengan Seven Mayor, yang terdiri dari Exxon, British Petroleum, Royal Dutch Shell, Mobil Oil, Texaco, Gulf dan Chevron. Markas OPEC semula berada di Jenewa (21 Januari 1961-Agustus 1965) lalu pindah ke Wina. Di awal pembentukannya, disepakati bahwa OPEC bertujuan untuk menjaga stabilitas harga minyak internasional demi kepentingan negara-negara anggotanya. Sumber https://www.gu-buk.net
Posting Komentar untuk "Kerjasama Global Dan Regional"