Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Simon Bolivar, George Washington Dari Amerika Latin

Sebagian besar Amerika Latin dizaman kolonial yaitu wilayah kekuasaan Spanyol. Memasuki era 19, timbul gelombang revolusi di seluruh wilayah Amerika Latin yang menginginkan kemerdekaan dari penjajahan Spanyol dan salah satu pelopor revolusi di Amerika Latin yaitu Simon Bolivar. Selama hidupnya beliau telah membebaskan Venezuela, Ekuador, Bolivia, dan Peru dari kekuasaan Spanyol.

Simon Bolivar lahir pada 24 Juli 1783 di Caracas, Venezuela. Bolivar berasal dari keluarga darah biru di Venezuela, kedua orang tuanya wafat disaat Bolivar masih muda sehingga beliau diasuh oleh pengasuhnya dan dididik oleh beberapa pengajar. Salah satu guru paling kuat selama beliau berguru yaitu Don Simon Rodriguez yang mengajarkannya pemikiran-pemikiran filsuf Eropa wacana liberalisme. Pembelajaran yang beliau sanggup menginspirasinya untuk membebaskan tanah kelahirannya dari penjajahan bangsa asing.

Ketika Spanyol diinvasi oleh pasukan Napoleon, kontak Spanyol dan wilayah koloninya terputus sehingga terjadi kekosongan kekuasaan di wilayah koloninya termasuk Venezuela, kesempatan ini dipakai oleh nasionalis Venezuela untuk mendirikan pemerintahan junta. Bolivar dikirim oleh pemerintah junta Venezuela ke Inggris untuk meminta pertolongan dan legalisasi dari negara tersebut namun Inggris menolak untuk membantu Venezuela.

Setelah Venezuela mendeklarasikan kemerdekaannya pada 5 Juli 1811, Bolivar diangkat menjadi salah satu jendral di pasukan Venezuela. Pemerintahan junta Venezuela tidak berlangsung usang lantaran perang sipil antara pemerintah junta dan royalis Spanyol yang dimenangkan oleh kelompok royalis sesudah runtuhnya pemerintahan junta, Bolivar pindah ke Cartagena disana beliau selama di Cartagena beliau menganalisis penyebab hancurnya Venezuela dan pemikirannya tertuang dalam El manifiesto de Cartagena yang menerangkan bahwa kekalahan Venezuela disebabkan oleh kurang kuatnya pemerintahanan Venezuela sehingga gampang diruntuhkan.

Pada tahun Mei 1813 Bolivar kembali ke Venezuela untuk merebut kembali tanah kelahirannya dan pada 6 Agustus 1813 Bolivar berhasil membebaskan Venezuela dari royalis Spanyol dan sesudah membebaskan Venezuela, Bolivar menerima julukan El Libertador atau Sang Pembebas. Namun usia Republik Venezuela yang beliau bebaskan tidak bertahan lama, setahun kemudian sekali lagi Venezuela kembali dikuasai Spanyol dan Bolivia kembali mengasingkan diri ke Jamaika. Selama di Jamaika beliau menggalang pertolongan ke negara lain terutama Inggris untuk mendukung usahanya dalam membebaskan Amerika Latin dari penjajahan Spanyol, seruan itu tertuang dalam tulisannya yang berjudul Le Carta de Jamaica atau The Letter From Jamaica.

Bolivar juga berkeinginan untuk membentuk republik yang daerahnya mencakup seluruh wilayah Amerika Latin dengan sistem pemerintahan ibarat Inggris. Pada 1819, Simon Bolivar kembali memulai kampanye militernya untuk membebaskan Amerika Latin dimulai dengan berjuang memerdekakan New Granada, koloni Spanyol yang daerahnya mencakup Panama dan Kolombia. Bolivar bersama 2500 pasukannya (termasuk sukarelawan dari Inggris) menempuh perjalanan dari markasnya di wilayah Bolivia menuju New Granada. Begitu memasuki New Granada pasukan Bolivar tidak menerima perlawanan berarti dari Spanyol. Pada 7 Agustus 1819 pasukan Spanyol berhasil dikalahkan di Pertempuran Boyaca dan tiga hari kemudian Bolivar berhasil memasuki ibukota New Granada di Bogota.

Begitu berhasil menaklukan New Granada, Bolivar mendeklarasikan berdirinya Republik Gran Colombia pada bulan Desember 1819 dengan Bolivar sendiri yang menjabat sebagai presiden. Setelah sukses membebaskan New Granada, Bolivar melanjutkan perjuangannya untuk membebaskan tanah kelahirannya, Venezuela kali ini dengan kekuatan yang lebih besar dan Bolivar kembali meraih kemenangan melawan tentara Spanyol di Pertempuran Carabobo pada bulan Juni 1821. Kemenangan di Carabobo membukakan jalan bagi Bolivar untuk membebaskan Venezuela dan tak usang kemudian Venezuela berhasil dibebaskan.

Setelah Venezuela kini perhatian Bolivar tertuju ke Ekuador. Pada 1822, Bolivar memulai kampanye militernya untuk merebut Ekuador dari penjajahan Spanyol. Pasukan Spanyol yang mempertahankan Ekuador berhasil dikalahkan pasukan Bolivar di Pertempuran Pichinca pada 24 Mei 1822 dan esoknya pasukan Bolivar memasuki ibukota Ekuador, Quito yang mengambarkan berakhirnya penjajahan Spanyol di Ekuador. Dengan dibebaskannya Ekuador dan Venezuela, kedua wilayah tersebut resmi bergabung dengan Republik Gran Colombia dan kini negara gres tersebut menerima legalisasi kedaulatan dari Amerika Serikat.

Kini tinggal tersisa Peru dan Upper Peru (nantinya menjadi Bolivia) yang masih dikuasai oleh Spanyol. Selain Bolivar, ada seorang nasionalis dari Argentina berjulukan Jose de San Martin yang juga tengah berjuang membebaskan Amerika Latin potongan selatan tepatnya Argentina dan Chile, sebelumnya San Martin juga sudah membebaskan Peru dari kekuasaan Spanyol namun prajurit Spanyol yang tersisa melarikan diri ke wilayah dataran tinggi yang berada di potongan utara Peru, pasukan San Martin kesulitan untuk mengejar pasukan Spanyol tersebut sehingga San Martin meminta Bolivar untuk menghabisi tentara Spanyol yang tersisa. Kedua pemimpin revolusi ini bertemu di Guayaquil, Ekuador pada 26 Juni 1822. Dalam pertemuan itu Bolivar dan San Martin setuju untuk gotong royong membebaskan Peru sepenuhnya dari pasukan Spanyol.

Karena kurang kuatnya pertolongan dan kurangnya suplai, San Martin dan pasukannya terpaksa meninggalkan Peru. Melihat keadaan ini Bolivar mengambil tindakan dengan mengambil alih wilayah Peru biar tidak kembali dikuasai Spanyol. Pada bulan September 1823, Bolivar dan pasukannya berhasil memasuki Lima, ibukota Peru. Pada 9 Desember 1824 sesudah melalui beberapa pertempuran kesudahannya pasukan Spanyol mengalah sesudah dikalahkan di Pertempuran Ayacucho dan Peru berhasil dibebaskan sepenuhnya. Kemudian pada April 1825, Upper Peru berhasil dibebaskan dari Spanyol dan namanya diganti menjadi Bolivia diambil dari nama Bolivar. Kini wilayah taklukan Bolivar membentang dari Amerika Tengah hingga perbatasan Bolivia-Argentina. Wilayah Republik Gran Colombia bentukannya mencakup Venezuela, Ekuador, Panama, dan Colombia selain itu beliau juga berkuasa di Peru dan Bolivia.


Namun kejayaan Bolivar tidak berlangsung lama, mulai timbul perpecahan di Republik Gran Colombia. Pada pertengahan 1820an satu persatu wilayah Gran Colombia melepaskan diri akhir perselisihan kelompok pendukung negara federasi dan kesatuan, selain itu konflik antar region juga berkontribusi dalam kemunduran republik ini selain itu Bolivar tidak lagi berkuasa di Peru lantaran desakan penduduk Peru yang ingin dipimpin oleh orang Peru sendiri. Pada tahun 1830 Simon Bolivar mengundurkan diri dari jabatan presiden Gran Colombia dan pada 17 Desember 1830 Simon Bolivar wafat di usia 47 tahun lantaran penyakit tuberculosis yang dideritanya.

sumber: OA Historypedia Line

Sumber https://www.gu-buk.net

Posting Komentar untuk "Simon Bolivar, George Washington Dari Amerika Latin"