Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perbedaan Jurusan Teknologi Kelautan, Teknik Kelautan Dan Ilmu Kelautan

Beberapa jurusan atau agenda studi di perkuliahan, seringkali namanya mirip-mirip, yang untuk sebagian calon mahasiswa tampak sama dan tidak diketahui perbedaannya. Contoh, antara jurusan geologi dan jurusan geodesi. Persamaannya apa dan perbedaannya apa? Banyak yang belum tahu. Terkait prospek kerja jurusan geomatika dan geodesi, sudah dibahas di artikel ini.

Pada goresan pena kali ini, kami akan sampaikan kepada teman-teman perihal perbedaan antara jurusan TEKNIK KELAUTAN, TEKNOLOGI KELAUTAN dan ILMU KELAUTAN.

Baik, kita mulai dari yang pertama, Jurusan Teknik Kelautan. 

Jurusan Teknik Kelautan yakni jurusan yang yang lebih banyak mempelajari perihal rekayasa pada bidang pantai atau lepas pantai (Coastal and Offshore Engineering). Fokusnya adalahmempelajari perihal pemanfaatan serta pengelolaan maritim untuk sarana dan prasarana transportasi maritim dan sumber dayanya.

Sarana dan Prasarana transpostasi maritim contohnya menyerupai pelabuhan, dermaga, kapal dan lain sebagainya. Sedangkan mempelajari sumber daya laut, menyerupai pencemaran laut, pengendalian lingkungan, kemungkinan tragedi dan lain sebagainya.

Adapun akar dari pelajaran atau kuliah di teknik kelautan yaitu berdasar pada ilmu-ilmu mekanika, dinamika fluida terutama untuk lingkungan laut, geologi, dan bangunan lepas pantai. Termasuk juga fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan menyerupai dermaga.

Bidang kajian yang akan di bahas dalam Teknik Kelautan antara lain yakni bangunan lepas pantai, proses pantai, bangunan pelindung pantai, teknik perkapalan, akustik bawah laut, hidrodinamika laut, dan penyebaran polutan.

Pada prinsipnya ilmu yang dipelajari pada jurusan Teknik Kelautan lebih banyak berkaitan dengan ilmu fisika terapan, terutama ilmu mekanika. Sedangkan infrastruktur keairan yang dipelajari mulai dari batas pantai ke maritim lepas.

Beberapa bidang studi pada jurusan Teknik Kelautan antara lain:
1. Teknik Pantai 
Pada bidang studi Teknik Pantai ada kaitan dengan perancangan akomodasi dan struktur pantai, identifikasi sikap kondisi tanah dasar laut,analisa pondasi bangunan laut, perancangan anjungan dengan struktur beton, perancangan pembuatan dermaga dan lain-lain, pengelolaan wilayah pantai, dan sebagainya. Kaprikornus lebih fokus pada perancangan akomodasi di sekitar pantai.
2. Teknik Lepas Pantai
Pada bidang studi Teknik Lepas Pantai, akan banyak mempelajari problem teknologi pemanfaatan laut, teknologi untuk media transportasi menyerupai pipa dan kabel yang ada dilaut. Media transportasinya yakni media statis (pipa, kabel, dsb.), bukan media dinamis (kapal laut, dsb.). Sehingga tidak mempelajari perihal perkapalan atau pembuatan kapal. Karena itu jurusannya sudah beda.
3. Manajemen Sumber Daya Kelautan
Pada bidang studi ini mempelajari pengelolaan pemanfaatan sumber daya maritim supaya lebih optimal dan berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya tersebut juga dikaitkan dengan kondisi polusi, pengetahuan iklim dan hal-hal yang sanggup mempengaruhi sumber daya dan keberlanjutannya.
4. Energi dan Lingkungan Laut
Bidang studi ini mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan identifikasi kondisi lingkungan maritim yang ditinjau dari segi oceanografi dan geologi, pemanfaatan gelombang maritim dan pasang surut sebagai sumber energi alternatif konversi energi panas lautan. Bidang studi ini juga untuk pemecahan problem pencemaran lingkungan laut, dan sebagainya.

Beberapa keahlian dalam teknik kelautan diantaranya :
Bangunan Lepas Pantai (Offshore Structure). Mempelajari analisis dan perencanaan kekuatan struktur bangunan laut, analisis kekuatan material, analisis keandalan dan resiko serta bidang-bidang yang relevan terhadap bangunan lepas pantai.
Hidrodinamika Lepas Pantai (Offshore Hydrodinamics). Mempelajari identifikasi sikap aliran fluida, analisis respon dinamis bangunan maritim terhadap eksitasi gaya gelombang, dan analisis gelombang lautan acak, serta bidang-bidang yang relevan.
Perancangan dan Produksi Bangunan Lepas Pantai (Design and Production Of Offshore Structure). Mempelajari system anjungan minyak lepas pantai dan bangunan lain, analisis tekno hemat bangunan laut, Teknologi dan administrasi produksi bangunan laut, perancangan dan system akomodasi bawah laut. Bedanya dengan point 1., yakni kalau pada point 1, lebih fokus pada MATERIAL dan LINGKUNGANnya, sedangkan pada point 3 ini, adanya aspek MANAJEMEN dan PERHITUNGAN EKONOMIS. Walaupun tidak detail.
Energi dan Lingkungan Laut (Ocean Energy and Environmental). Mempelajari kondisi lingkungan maritim yang ditinjau dari segi oceanografi dan geologi, pemanfaatan gelombang maritim dan pasang surut sebagai sumber energi alternatif konversi energi panas lautan, pemecahan problem pencemaran lingkungan laut, serta bidang-bidang yang relevan.
Teknik Pantai dan Pelabuhan Laut (Coastal Engineering). Mempelajari perancangan akomodasi dan struktur pantai, identifikasi sikap kondisi tanah dasar laut, analisa pondasi bangunan laut, perancangan anjungan degnan struktur beton, pengelolaan wilayah pantai, serta bidang-bidang yang relevan. Demikian, klarifikasi singkat perihal Teknik Kelautan. Mudah-mudahan teman-teman menerima citra yang cukup jelas.

Selanjutnya, kita akan berbicara perihal Teknologi Kelautan. 

Teknologi Kelautan intinya yakni ilmu yang mempelajari rekayasa yang ditujukan untuk memanfaatkan maritim baik sebagai media transportasi maupun sebagai sumber daya dan ruang atau lingkungan hidup. Teknologi kelautan ini merupakan turunan dari teknik perkapalan.

Adapun kiprah dari teknologi kelautan :
Menyediakan sumber daya insan atau tenaga mahir pada bidang perencanaan kapal
Konstruksi dan kekuatan kapal
Manajemen galangan dan industri berat
Hidrodinamika
Manajemen pelabuhan dan transportasi laut
Sistem perkapalan
Sistem propulsi
Sistem perpipaan dan alat bantu
Perencanaan struktur lepas pantai
Perencanaan akomodasi pantai
Pelabuhan dan akomodasi laut
Sistem pipa bawah laut
Jadi, bedanya apa?

Teknik Kelautan, fokus pada mempelajari perihal bangunan dan lingkungan laut. Sedangkan Teknologi kelautan lebih fokus pada teknologi transportasinya. Namun demikian, dalam perkuliahan, seringkali mata kuliah yang dipelajari saling berkaitan dan bahkan mirip-mirip. Karena memang aspeknya sama, yaitu kelautan. Teknik Kelautan cakupannya lebih luas dibandingkan Teknologi Kelautan.

Kemudian, bagaimana dengan jurusan Ilmu Kelautan? 

Pembahasan perihal ilmu kelautan sengaja kami pisahkan, alasannya area bahasannya yang cenderung berbeda jauh dari pada dua jurusan sebelumnya. Pada jurusan Ilmu Kelautan, pengajaran lebih pada kondisi biologi, kimiawi dan fisika maritim sehingga membentuk atau mempengaruhi kondisi dan ‘cara bekerja’ laut.

Mata kuliah yang dipelajari misalnya: Pengantar Oseanografi yang fokus sama ilmu fisika dan kimia. Tapi namanya juga pengantar, artinya kuliah ini mempelajari dasar-dasar dari ilmu Oseanografi itu sendiri. Pada mata kuliah ini, teman-teman akan mengerti perihal pentingnya temperatur, salinitas (kadar garam), densitas, arus, gelombang, nutrien dan faktor fisika-kimia lainnya yang sangat mempengaruhi “cara kerja” laut.

Mata kuliah Oseanografi akan dilanjutkan dengan mata kuliah Mata kuliah Oseanografi Fisika dan Oseanografi Kimia di semester selanjutnya.Mata kuliah tersebut lebih fokus membahas perihal kondisi-kondisi fisika dan kimia laut. Contoh mata kuliah lain di jurusan ilmu kelautan yakni Mikrobiologi yang lalu dilanjutkan dengan Mikrobiologi Laut pada semester selanjutnya.

Mata kuliah yang juga membedakan dengan dua jurusan kelautan sebelumnya, yakni Dasar-Dasar Manajemen dan Manajemen Lingkungan Pesisir dan Laut. Ilmu administrasi di sini bukan administrasi perusahaan yang terkait produksi, promosi dan sejenisnya. Tapi administrasi atau pengelolaan perihal wilayah maritim dan pesisirnya. Pengelolaan yang dimaksud yakni termasuk identifikasi, pemetaan dan penataan baik sumber daya alamnya maupun sumber daya manusianya.

Jadi, pada jurusan Ilmu Kelautan, mata kuliah yang dipelajari lebih kepada ‘pengetahuan secara luas dan mendalam’ seputar maritim dan pesisirnya, tetapi tidak perihal ‘membuat sesuatu di maritim atau di atas permukaan maritim (seperti pada Teknik Kelautan dan Teknologi Kelautan).

Lebih baik masuk jurusan mana?
Itu kembali kepada minat/passion teman-teman sendiri. Jika teman-teman lebih menyukai aspek ‘technical’, merasa orang lapangan dan lebih suka ‘bergerak’, maka Teknik atau Teknologi Kelautan lebih tepat.

Namun, jikalau teman-teman lebih menyukai aspek ‘managerial’, merasa lebih nyaman bekerja di kantor dan kurang suka di lapangan, mungkin Ilmu Kelautan lebih tepat.

Tetapi, perlu kami tegaskan, bahwa ketiga jurusan tesebut objeknya yakni laut, yang berada di luar ruangan. Kaprikornus pilih jurusan manapun, teman-teman harus siap terjun ke laut.

Demikian ya teman-teman, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan memperlihatkan citra perbedaan antara Teknik Kelautan, Teknologi Kelautan dan Ilmu Kelautan. Mohon maaf, jikalau perbandingannya kurang berimbang. Jika goresan pena ini bermanfaat dan informatif, silahkan dibagikan, supaya lebih banyak teman-teman kita yang mengetahuinya.

sumber: OA Line Road to PTN

Sumber https://www.gu-buk.net

Posting Komentar untuk "Perbedaan Jurusan Teknologi Kelautan, Teknik Kelautan Dan Ilmu Kelautan"